Cara memelihara ayam kampung

Cara sukses memelihara ayam kampung

Ayam kampung merupakan ayam tradisional di Indonesia yang kehidupannya sudah lekat dengan manusia. Ayam kampung sudah menyatu dengan kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Mengapa dikatakan ayam kampung ?, karena pada zaman dahulu belum ada kota metropolitan seperti sekarang dan baru ada kampung-kampung sederhana.

Diperkirakan, ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah atau ( Gallus gallus) dan ayam hutan hijau Gallus varius). Akibat proses budaya dan perkawinan antar keturunan secara alam atau liar, serta pengaryh linkungan yang berbeda-bda maka terbentuklah berbagai macam tipe ayam kampung dengan penampilan fisik dan varietas.

Mengapa kita ternakkan? Karena banyaknya yang meminta maka pantaslah untuk memenuhi permintaan itu. Bila ada yang membeli ayam kampung maka pantaslah diternakkan atau di budi dayakan.


Tetapi tidak banyak orang yang tahu memelihara ayam, hanya sebatas memelihara saja tanpa memperhatikan aspek-aspek keuntungan yang akan didapat dari hasil beternak ayam. Untuk itu di blog ini, saya akan berbagi sedikit cerita mengenai cara memelihara ayam kampung yang benar agar ayam tersebut tumbuh sehat dan menghasilkan uang.

Seiring dengan meningkatnya permintaan ayam kampung baik itu telurnya maupun dagingnya, maka kita perlu mengubah sistem cara kita memelihara ayam kampung dari yang dulunya secara tradisional ke yang cara lebih modern lagi atau semi intensif dan intensif. Memang tidak mudah untuk mengubah cara beternak ayam, tapi itu merupakan tantangan yang harus di lakukan untuk berhasil dalam suatu usaha.

Sistem yang harus dikerjakan :

1. Pembuatan kandang
Ada beberapa hal yang arus diperhatikan sebelum membuat kandang dalam pembesaran ayam kampung :
- Harus dekat dengan sumber air.
Ini harus mutlak dalam pemilihan lokasi kandang

- Dekat dengan jalan dan ada jaringan listrik.
Kandang harus dekat dengan jalan dan harus ada jaringan listrik agar mempermudah dan memperlancar pada proses transportasi untuk pengangkutannya saat pemanenan dan ada penenrangan untuk menjalankan alat elektronik.

- Harus tersedia pakan
Kita ketahui bahwa pakan mempunyai kontribusi sebanyak 30 % dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan bisa dikatakan mempunyai kedudukan tinggi . oleh sebab itu pakan harus selalu kontinu.

- Peralatan kandang
Tempat pakan, tempat minum, induk buatan dan peralatan kebersihan

2. Persiapan untuk pemeliharaan
Bibit ayam kampung, dalam memilih bibit kita harus perhatikan beberapa ciri
Harus berdiri tegak, sehat, mata bersinar, bulu bersih

3. Sebelum bibit di masukkan ke kandang maka kandang harus bebas dari hama dengan cara sanitasi kandang dengan penyemprotan desinfektan

4. Tidak ada ukuran kandang yang ideal, tetapi ada anjuran sebaiknya kandang berukuran 4-7 x 65 m .kandang harus berbebtuk postal yang laantai harus dilapisi sekam kira-kira tebalnya 15 cm.

5. Pengendalian penyakit dalam memelihara ayam itu perlu perhatian khusus, karena ada pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.

Sedikit akan kami uraikan beberapa penyakit yang bisa menyerang ayam kampung diantaranya :
a. Tetelo (ND) penyebabnya paramyxivirus gejala yang lihat : ngorok pada ayam, kepala beputar kotoran berwarna putih hijau. Cara mencegahnya dengan vaksinansi membakar ayam yang terkena ND

b. Gumboro , penyebanya virus, gejala ayam tiba-tiba sakit dan gemetaar serta bulunya berdiri, pencegahanya dengan vaksinasi yang teratur

c. Berak kapur, penyebab Bakteri Salmonella pullorum, gejala anak ayam bergerombol di bawah pemanas, pengobatan dengan obat seperti noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn atau lainnya

6. Panen, untuk pemasaran ayam kampug tidaklah terlalu sulit ,karena permintaan ayam kampung itu tinggi.

Kiranya itulah dulu yang dapat saya sampaikan atau tuliskan mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita tentang beternak ayam kampung yang baik. Saran dan kritiknya selalu kami nantikan untuk kemajuan bersama. Semoga sukses. Amiiiiin.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memelihara Ayam Kampung